Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

STRATEGY IN CRITIQUING

Steps for critiquing a research paper:
1. Comprehension (understanding whole part)
2. Compare with the ideal condition or theory (what should to be)
3. Analyze (suggest the good one)
4. Evaluation (overall appraisal, limitation and recommendation)
(Burn & Grove, 2003)


These steps can be applied in critiquing others as well... ^_^

Hatyai, June 26, 2012

Philosophy oh philosophy!!!

Learning about philosophy....
At the first time, it made me headache!!! Confusing with many terms that should be clarify. Belief.... Value... Science... Many arguments about what is believed as the truth....

Until, one day, a lecturer (Ajarn in Thai language) tought us about it. His name is Ajarn Suthorn, the dean of Science Faculty in Biology area. He provided us many questions to be answered. What are philosophy, science, theology. This question made my mind opened.


"Philosophy is between theology and science" whereas in theology, human must accept every single belief without questioning whether it is true or not. On the other side, science always seek the truth with reasoning. It comes from "skeptic thinking" that means always doubting everything as a truth. And philosophy becomes the bridge between them. Regarding this issue, I BELIEVE THAT ISLAM IS PHILOSOPHY, THEOLOGY, AND SCIENCE. Masha Allah! How perfect this religion since all of the aspects is can be explained. ^_^

Other topic that Ajarn explained is about "scientific attitude". Scientific mean that we can prove that something is exist by human senses. However, frequently human make many mistakes in interpreting a phenomenon because of emotion role. And to be a wise person, we have to always clarify the data we got in order to think objectively and finally can produce an appropriate attitude called "scientific attitude".

One other terminology that I first time heard is "no man land". This means that no one occupy a specific matter. In analogical point is just like badminton or tennis players. They will find area that their rival cannot reach it. That is similar to research question. Try to find area that previous researchers did not find the answer. In addition, for me, it can be implied in our future success. We can find our success from other way that people never walk on this way. 

Anyway, I become loving the philosophy since I can learn many perception about truth. Everyone can be true based on her/his philosophy of life.  ^_^

Hatyai, June 26, 2012

Minggu, 27 Mei 2012

Ta'lim Ngajikhun "Ta'winu rukhul jamaah=membentuk semangat berjamaah"

Masha Allah.... baru pertama kali ikut kajian Islam selama menempuh studi di Negeri Siam ini. Walau dihadiri segelintir mahasiswa sesama penuntut ilmu, diskusi tetap berjalan. Ta'lim diisi dari dua orang brother asal Iran dan diawali dengan fenomena penambahan jumlah muslim di dunia termasuk di Thailand yang berlipat ganda dari Pak Dion. Pertanyaannya sekarang, apakah bertambahnya jumlah muslim ini sejalan dengan bertambahnya kekuatan muslim? Sedangkan musuh-musuh Islam tetap berusaha menyerang secara halus. 

Well, ta'lim diawali dengan pertanyaan awal dari salah satu brother dr Iran itu (saya lupa namanya), "Sekarang masalahnya apa?" Wah, jadi bingung nih. Biasanya kan kalo ta'lim cuma dengerin. Ternyata.... Metode ta'lim yang diterapkan adalah dengan diskusi aktif. Jadi bingung juga dari mana mulainya. Apalagi saya tidak datang padaa pertemuan sebelumnya (ini kelanjutannya-red). Jadinya yang bicara hanya orang-orang tertentu saja hehe....

Pertanyaan stimulan yg dilemparkan adalah mengapa Allah ingin kita berpegang teguh pada tuntunan Allah? Harus selalu on the track (shirathal al-mustaqim). Jawabannya adalah.... apabila sedikit saja ada deviasi (sudut simpangan) dari shirathal al-mustaqim, maka lama-kelamaan simpangannya akan melebar. Hm... belajar untuk tetap berpegang teguh pada buhul (tali) Allah memang menjadi prinsip evaluasi terbaik seberapa menyimpangkah kita?

Hal yang menarik adalah ketika dijabarkan bahwa Islam akan terpecah menjadi 72 golongan, siapakah yang dijamin masuk syurga? Apakah aliran2 tertentu saja? Ulasan menarik yang disampaikan adalah bahwa orang-orang dari golongan tertentu juga kemungkinan ada yang mendapatkan tradisi2 agama dari leluhurnya. Sedangkan ketakwaan hanya Allah yang tahu. Atau mungkinkah kita yang merasa pada Islam yang sebenarnya juga dijamin masuk surga? Wallahu'alam... 

Musuh Islam tidak pernah takut kepada muslim secara individual, namun takut pada persatuan ummat muslim. Muslim harus bertaut secara hati, tidak hanya secara fisik karena tak jarang muslim dekat secara fisik dalam suatu forum or jamaah tapi hati-hatinya saling bertentangan. Bayanganku melayang dalam dunia kerja yang sering kali saling bersinggungan, kadang tidak mau memikirkan keadaan temannya. Misalnya dengan saling melempar pekerjaan, apalagi pada teman yang tak kuasa menolaknya. Na'udzubillah...

Beberapa tips yang diberikan oleh salah satu brother kita ini, yaitu :
1. Find your self
2. Evaluate your self
3. Introduce yourself to Islam again
4. Material and method related to this evaluation
5. Result and check up with Al Qur'an
6. Prepare, plan, program for next action
7. Tawakul
8. Start.
Bila kita cermati, semua berawal dari diri sendiri. 

Jika kita tidak dijamin masuk surga, pantaskah kita menghakimi muslim lain misalnya yang berbeda mazhab dengan kita yang notabe saudara kita? Apakah kita yang sering memberi penilaian negatif pada orang lain itu lebih baik dari orang yang kita negatif? Semoga menjadi refleksi diri yang baik untuk saling menghargai orang lain dengan keyakinannya karena MUSLIM HARUS BERSATU!

"Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan."

Wallahu'alam bishshowab...

Selasa, 22 Mei 2012

Menanti

Hm... memulai lagi perjuanganku dalam menggapai ilmu setelah mengantar sayangku ke bandara. Ditunggu-tunggu online ternyata muncul cuma 2x. Ga dapat sinyal kali ya... Sayang. Terima kasih telah menemani hari-hariku. Hariku terasa begitu indah dengan kasih sayangmu. Allahu Rabbi, kekalkan kasih sayang kami.. Aamiin... 

Starting my days without you.... Bismillah...

Selasa, 05 Januari 2010

indahnya di krama yudha - 02 Januari 2010




Barakallahulaka wabaraka alaikuma wa jama'a bi khoir... Barakah dari Allah selalu untuk temanku, Mimi. Selamat berbahagia, Insya Allah menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warohmah.

Hayo absen sapa yang dateng...:D

Jumat, 31 Oktober 2008

HARUSKAH ISTRI CEREWET?

Cerewet....

Stereotype yang biasanya menempel pada predikat "seorang istri"

Para suami tentunya sebel juga bila punya istri yang cerewet, bahkan mungkin jadi ga betah tingga di rumah.

Bila ditelusuri, apakah memang pada dasarnya wanita itu cerewet?

Atau kondisi yang menyebabkan dia menjadi seorang yang cerewet setelah berumah tangga...

Apakah kondisi ini memang harus ada agar rumah tangga dapat berjalan sesuai harapan kita?

Cerewet atau tidak adalah sebuah pilihan hidup terhadap harapan ingin menjadi istri yang seperti apa diri kita.

Ternyata cape juga jadi istri cerewet karena ternyata tak ada perubahan terhadap apa yang "dicereweti". Tidak efektif dan efisien. Hanya bikin kuping orang panas aja kali ya? Bila tidak ingin menjadi istri yang cerewet, tentunya harus punya strategi untuk mencegah diri dari image ini.

How do you think?